Mentaati Penguasa Muslim dan Kufur Terhadap Thoghut (2)-Selesai

May 14, 2011 at 4:54 pm | Posted in aqidah, islam, jihadi | 4 Comments

(1)    Perincian dan Perancuan

Banyak aktivis Islam kebingungan dalam menghukumi hukumah/penguasa yang semacam ini. Mereka mencampurkan antara keyakinan batil dan keyakinan haqq dalam masalah ini. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah membagi jenis Iman menjadi tiga bagian berdasarkan martabatnya :

  1. Ashlul Iman; adalah iman yang apabila tidak dilaksanakan maka Islamnya batal, tanpa perlu juhud dan istihlal. Kebalikan dari ashlul iman adalah amalan-amalan kufur yang membatalkan keberadaan ashlul iman itu sendiri (kufur akbar). Contoh : Shalat, Zakat, Berundang-undang dengan syariat Islam.
  2. Iman Wajib; adalah iman yang apabila tidak dilaksanakan maka pelakunya tidak boleh dikafirkan, kecuali jika pelakunya melakukan juhud dan istihlal (sebab juhud dan istihlal itu sendiri adalah amalan kufur akbar). Contoh : Zina, Minum Khamr, Judi.
  3. Iman Mustahab; adalah amalan-amalan tambahan yang hukumnya sunnah, dimana meninggalkannya tidak mendapatka  dosa. [(Iqtidlaush Shirathil Mustaqim): (Tidak setiap orang yang ada padanya suatu cabang dari cabang-cabang keimanan menjadi mu’min sampai ada padanya ashlul iman) (hal 82)]

adesebi.files.wordpress.com

Poin Penting : Sesungguhnya (seperti yang dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh), menjadikan dasar hukum negara berdasarkan UU buatan dan sekuler adalah kufur Akbar, sejajar dengan meninggalkan shalat, meninggalkan zakat (zaman Abu Bakar), menyembah patung dan lain-lain. Serta menghukumi pelakunya tidak perlu disyaratkan juhud dan istihlal, sebab Ibnu Taimiyyah menyebutkan bahwa orang yang mensyaratkan Juhud dan istihlal dalam masalah ini adalah dikafirkan oleh salaf. Continue Reading Mentaati Penguasa Muslim dan Kufur Terhadap Thoghut (2)-Selesai…

Mentaati Penguasa Muslim dan Kufur Terhadap Thoghut (1)

May 14, 2011 at 4:30 pm | Posted in aqidah, islam, jihadi | Leave a comment

Pada hari ini banyak sekali ujian dan cobaan menerpa umat Islam di seluruh dunia. Ujian itu berupa penyakit syubhat dan syahwat. Salah satu masalah yang seringkali seolah tidak tuntas diperdebatkan adalah masalah iman dan kufur, serta syirik dan tauhid. Dalam pembahasan masalah-masalah tersebut erat kaitannya dengan masalah siyasah/politik hingga kenegaraan. Bahkan tak jarang, mereka-mereka yang berseberangan pendapat, menggelari lawan-lawan diskusi mereka sebagai murjiah, khawarij, bughat dan lain sebagainya.

Mari kita kupas sedikit demi sedikit. Tentunya dengan alur pemikiran yang saya pakai dan sedang saya suguhkan kepada para pembaca sekalian.

(1)    Masalah Penguasa Muslim

Dalam keyakinan ahlus sunnah wal jamaah, golongan penguasa yang muslim adalah wajib ditaati serta merupakan sikap tercela jika kita keluar dari ketaatan padanya. Dalil-dalil yang menunjukkan kepadanya adalah sangat banyak dan jelas. Antara lain :

  • Dalil Qur’an : Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS An-Nisa : 59) Jadi ulil amri yang diperintahkan kepada kita untuk menaatinya adalah ulil amri yang beriman, bukan yang kafir (Majmu’ al Fatawa 28/97 atau 28/170).
  • Adakalanya penguasa bersifat zhalim lagi fasiq, tetapi tidak melakukan kekufuran yang nyata, maka pendapat yang shahih adalah kita tetap diperintahkan bersabar atasnya. Serta tetap menaatinya dalam hal kebaikan, dan tidak menaatinya dalam hal keburukan. Rasulullah saw bersabda : “Nanti akan muncul pemimpin, kalian mengenalinya dan mengingkarinya. Maka barangsiapa menjumpainya (dan tidak mengikutinya) sungguh ia telah terlepas (dari dosanya), dan barangsiapa yang mengikarinya maka dia selamat. Namun dosa dan kecelakaan bagi yang meridhainya dan mengikutinya. Para sahabat bertanya: Apakah kita tidak memeranginya? Rasullah n menjawab:  “Tidak, selama mereka masih shalat.” Dalam riwayat Muslim yang lain 65-1855 dan 66-1855: “Tidak, selama mereka masih menegakan shalat pada kalian.” Continue Reading Mentaati Penguasa Muslim dan Kufur Terhadap Thoghut (1)…

Kenalilah Usamah bin Ladin Melalui Risalahnya

May 4, 2011 at 10:02 am | Posted in aqidah, islam, jihadi, umum | Leave a comment

“Jangan lihat kebenaran dari orangnya, namun lihatlah kebenaran niscaya engkau akan mengetahui orang-orang yang berdiri diatasnya (kebenaran)

Kalimat di atas adalah sebuah ungkapan populer yang sering dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib. Makna kalimat tersebut kemungkinan besar sudah disepakati kebenarannya. Ketika kita melihat amalan dan ilmu seseorang, seketika pula secara lahir, kita bisa menilai siapa orang tersebut. Dalam kasus lapangan, banyak tokoh-tokoh yang diakui kualitasnya karena karya dan pengorbanan mereka. Salah satu kasus yang bisa dicermati adalah kasus Usamah bin Laden.

eramuslim.com

Usamah bin Laden adalah ikon gerakan jihad global yang tindakannya dinilai banyak kalangan sebagai sosok yang kontroversial. Dia banyak ditakuti dan dibenci, namun tidak sedikit yang mengagumi dan mencintai. Pria kelahiran akhir dekade 50-an ini memiliki riwayat yang panjang dalam gerakan “terorisme” dunia, setidaknya semenjak akhir dekade 80-an. Namun tidak jarang pula dia dianggap sebagai sosok fiktif ataupun ikon buatan Amerika Serikat sendiri. Bahkan sangat banyak dari kalangan aktivis Islam sendiri yang berpikiran seperti ini. Continue Reading Kenalilah Usamah bin Ladin Melalui Risalahnya…


Entries and comments feeds.