Ahmadiyah, Temanggung dan Kekerasan

February 11, 2011 at 3:46 am | Posted in berita, islam, umum | 4 Comments

safetybox.wp.com

Akhir-akhir ini terjadi dua kasus yang sering diasosiasikan dengan kasus kekerasan dan pelakunya dituduhkan kepada umat Islam. Kasus yang pertama adalah kasus perkelahian antara warga Cikeusik, Pandeglang dengan gerombolan Ahmadiyah. Kebetulan tiga orang dari gerombolan Ahmadiyah mati dalam kasus perkelahian ini. Kabarnya kasus ini diawali oleh sikap intoleran minoritas (dalam hal ini jalas adalah Ahmadiyah) terhadap warga sekitar yang merasa stabilitas spiritual mereka terganggu dengan kegiatan “lebay” gerombolan Ahmadiyah.

Sedangkan kasus yang kedua adalah kasus keributan di Temanggung. Beberapa fasilitas umum, kendaraan aparat, serta rumah ibadah terbakar dalam peristiwa ini. Kasus ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap vonis yang diberikan kepada seorang penghina Islam. Selain itu ada sumber terpercaya yang mengatakan bahwa pihak aparat terlebih dahulu memprovokasi massa pengunjung sidang dengan menembakkan senjata dan melemparkan gas air mata. Beberapa pejuang Islam yang berunjuk rasa pun harus dilarikan ke rumah sakit karena terjangan pelor.

Secara serentak perhatian media dan masyarakat langsung beralih ke kasus ini. Media yang sebelumnya menjadikan kasus-kasus kriminal yang dilakukan oleh birokrat, seperti kasus Gayus atau yang sedang berlangsung, yakni kasus suap DGS Bank Indonesia, secara simultan mengubah kepala berita menjadi kasus Cikeusik dan keributan Temanggung. Pemberitaan terhadap umat Islam menjadi semakin runyam ketika terjadi pemberitaan hiperbola pada beberapa media serta pengutukan-pengutukan yang dilakukan oleh tokoh masyarakat terhadap pelaku kasus-kasus ini.

Opini-opini

Akibat terjadinya peristiwa ini, berbagai opini meluncur dari mulut masyarakat. Banyak diantaranya menyalahkan keberadaan ormas-ormas yang dianggap radikal. Opini semacam ini tidak lain adalah hasil provokasi dari para cendekiawan yang terjangkit penyakit pluralisme dan liberalisme. Masyarakat awam, termasuk di dalamnya umat Islam yang awam, seringkali terhanyut dalam opini ini. Bahkan ada beberapa opini ekstrim pernah penulis dapatkan dari beberapa orang yang sebenarnya cukup mumpuni pemahamannya dalam Islam. Opini tersebut menyatakan bahwa mungkin sebaiknya dalam sistem bermasyarakat lebih baik tidak ada negara ataupun agama, karena keduanya hanya akan menjadi sumber keributan saja.

Yang penulis sangat sesalkan adalah pernyataan tersebut (yang penulis dapatkan dalam jejaring sosial) meluncur dari kalangan yang mengaku umat Islam, bahkan mereka adalah golongan mahasiswa dan seringkali terlibat dalam kegiatan-kegiatan keislaman. Hal ini sangat ironis, sebab pernyataan mereka bisa saja mengeluarkan posisi mereka dari tauhid. Mereka berandai-andai akan damainya hidup tanpa dien. Mereka berandai-andai akan hidup tanpa adanya sistem yang mengatur mereka. Pernyataan tersebut mungkin tidak bermasalah ketika mereka adalah atheis atau penganut ajaran agnostik. Namun sebagai penganut ajaran agama tertentu, sangat aneh ketika pernyataan tersebut meluncur dari mulut mereka.

Islam dan Kekerasan

Terjadinya kasus Temanggung dan Cikeusik belakangan ini menjadikan sebagian kalangan muslim khawatir akan semakin menancapnya stigma kekerasan terhadap umat Islam. Mereka khawatir jika dakwah Islam akan terganggu jika kasus kekerasan makin marak. Setidaknya ada beberapa poin yang harus dicermati dalam kasus kekerasan yang distigmakan kepada umat Islam.

1.       Islam dan Syariat Jihad

Perlu diketahui, dalam kasus keributan belakangan ini ada beberapa faktor yang menentukan. Jadi seandainya terjadi anarkisme, maka bukan semata-mata umat Islam saja yang disalahkan. Yang paling penting dan perlu diketahui oleh masyarakat adalah Islam tidak mengenal “tampar pipi kiri, beri pipi kanan”. Seringkali umat Islam dari kalangan awam tertipu dengan kata-kata “Islam tidak mengajarkan kekerasan”. Pernyataan ini dapat menimbulkan kerancuan yang ujung-ujungnya menihilkan Jihad. Padahal Jihad diwajibkan dan Allah sendiri telah menyatakan bahwa banyak manusia tidak suka akan syariat ini, seperti dalam al-Baqarah berikut ini :

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.(al-Baqarah : 216)

2.       Hidayah adalah Hak Allah

Banyak masyarakat Islam khawatir atas terjadinya kasus kekerasan atau bahkan kasus pengeboman. Mereka khawatir sasaran dakwah akan lari jika kasus-kasus tersebut terus menerus berlangsung. Sebenarnya kalangan ini telah lupa bahwasanya hidayah adalah hak Allah. Lihat saja, setelah peristiwa pengeboman WTC, justru Allah membuka hati banyak penduduk Amerika Serikat untuk masuk ke dalam Islam dengan cara yang tidak diduga sebelumnya. Padahal kita tahu bahwa WTC adalah serangan bom yang mengatasnamakan Islam dan merupakan serangan bom terbesar abad ini.

3.       Antara Konspirasi dan Kenyataan

Perlu diketahui, bahwasanya umat Islam setidaknya bukan dalang tunggal dari kasus-kasus kekerasan yang terjadi selama ini. Di balik terjadinya insiden-insiden kekerasan, selalu ada analisa-analisa yang menyatakan bahwa di balik semua ini tersembunyi konspirasi. Meskipun konspirasi-konspirasi jahat ini bukanlah tingkat tinggi, akan tetapi pada kenyataannya terdapat keanehan-keanehan yang menjadi fakta bahwasanya ada pihak yang memancing di air keruh. Tapi sebagai umat yang berpikiran sehat, teori konspirasi tidak boleh dijadikan sebagai landasan pokok pemikiran yang akhirnya membawa umat menjadi pribadi yang paranoid.[sksd]

 

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Kekuatan FreeMason Yahudi bermain di balik masalah Gayus dll.?
    Semua orang sepertinya berusaha untuk saling menutupi agar kedok anggota mafia FreeMason utamanya tidak sampai terbongkar.
    Jika memang benar demikian, maka tidak akan ada yang bisa menangkap dan mengadili Gembong tersebut -di dunia ini- selain Mahkamah Khilafah!
    Mari Bersatu, tegakkan Khilafah!
    Mari hancurkan Sistem Jahiliyah dan terapkan Sistem Islam, mulai dari keluarga kita sendiri!

    • Konspirasi iblis dan dajjal memang ada, tetapi bukan berarti kita berpaling dari akal sehat. Jadilah manusia yang wasath, meyakini adanya konspirasi, tetapi tetap berpikir sehat….iada khilafah tanpa tauhid dan jihad…

  2. persoalan ini sudah ruwet krn menyangkut politik.
    klo persoalannya murni Islam-Ahmadiyah

    sy yakin tdk akan terjadi ‘kekerasan’.

    • persoalannya banyak orang moderat di negeri ini, jadi penyelesaian masalahnya nanggung,😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: