Sekilas Tentang Perjuangan Islam dan Jihad

May 18, 2010 at 9:09 am | Posted in aqidah, islam, jihadi | 5 Comments

Khilafah Islamiyah telah lama runtuh dan umat Islam tercerai berai tanpa induk. Musuh-musuh Islam pun kini seperti musang yang siap menyerang anak ayam tersebut sewaktu-waktu. Saat ini dapat dilihat bahwa umat Islam yang masih merupakan salah satu jenis kaum mayoritas di dunia, terjajah dalam aspek yang beraneka ragam. Dalam aspek budaya, umat Islam kehilangan identitas. Mereka banyak mengikuti tren dan mode yang dipromosikan oleh dunia barat. Dalam aspek ekonomi, meskipun secara awam dunia barat menerima “ekonomi islam”, tetapi banyak rakyat negara muslim terjajah secara produk. Mereka dipaksa menjadi pasar dari industri negara kafir dan musyrik. Dalam hal ini suatu komunitas negeri muslim tidak dapat mengembangkan usaha secara bebas seperti di negara-negara besar.

Maka dalam keadaan tanpa khilafah ini, banyak pejuang-pejuang yang peduli mencoba untuk menegakkan khilafah sesuai dengan pemahaman mereka. Berbagai cara mereka lakukan, dari me-machiavellikan perjuangan Islam, hingga melakukan metode sesuai dengan fundamennya. Tentunya ajaran Rasulullah telah komplit, dan tidak perlu bagi umat Islam untuk mengikuti cara kaum lain. Umat Islam hanya perlu bersatu dengan para ulama rabbani yang mengafiliasikan pemahamannya kepada pendahulu Islam (sahabat, tabiin dan tabiuttabiin).

Kesempurnaan ajaran Islam telah tercantum dalam surat al-Maidah berikut ini :

Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.(QS al-Maidah : 3)

Oleh karena itu bukan merupakan kebaikan jika kita mengikuti jalan-jalan lain dalam menegakkan dien Islam ini. Sebab Rasulullah telah mengumpamakan kaum jahiliyah sebagai binatang melata yang hidup di liang. Rasulullah saw. bersabda: Sungguh kamu sekalian akan mengikuti sunah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga walaupun mereka masuk ke dalam sarang biawak kamu sekalian pun akan mengikuti mereka. Kami bertanya: Wahai Rasulullah! Orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Beliau menjawab: Lalu siapa lagi selain mereka. (HR Muslim) Continue Reading Sekilas Tentang Perjuangan Islam dan Jihad…

Mencoba Mengambil Hak Tuhan

May 18, 2010 at 8:42 am | Posted in aqidah, islam, umum | 1 Comment

Jangan mencoba menjadi Tuhan!!!”

“Wah, ada yang mencoba mengambil alih hak Tuhan nih!!”

Kalimat-kalimat di atas adalah kalimat-kalimat yang biasa meluncur dari kalangan umum ketika berkomentar tentang tindakan-tindakan “kontroversial” yang dilakukan oleh ulama ataupun ormas islam. Orang awam yang memiliki sedikit kecondongan kepada liberalisme dibandingkan ideologi keislaman relatif memahami tindakan-tindakan yang dianggap kontroversial dengan mengemukakan wacana-wacana seperti di atas. Kasus-kasus yang sering dicibir dengan opini semacam itu biasanya adalah masalah hisbah (pemberantasan maksiat) atau vonis sesat dari MUI dan ormas islam lain terhadap pemahaman menyimpang.

Munculnya pemahaman tersebut di kalangan masyarakat disebabkan karena lemahnya pemahaman tentang tauhid dan kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengenal Allah, Rasulullah dan islam. Hal ini diperparah dengan merebaknya pemahaman liberalisme dan sekulerisme serta serbuan dari “intelektual” yang mengaku membawakan islam secara liberal. Sekulerisme ini sangat mudah diterima oleh sebagian kalangan karena banyak dari adat istiadat dan budaya masyarakat tersebut tidak sesuai dengan syariat islam, dan sering terjadi perdebatan antara kaum adat dan kaum agamis/paderi. Continue Reading Mencoba Mengambil Hak Tuhan…

Ahlus Sunnah vs Mutakallimin (2)

May 7, 2010 at 7:30 am | Posted in aqidah, islam, sejarah | 5 Comments

II. Pemahaman Ahlus Sunnah Mengenai Filsafat

Ahlus Sunnah merupakan golongan pokok dalam Islam. Ahlus Sunnah bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih berdasarkan pemahaman para Shahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka. Mendahulukan nash diatas akal. Banyak dalil yang menuntut kita untuk selaras dengan para Shahabat dan orang yang mengikuti mereka.

Berikut ini beberapa dalilnya :

  1. Dari Abdullah bin Mas’ud RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda , “Sebaik-baik manusia adalah pada masaku ini, kemudian yang sesudahnya, kemudian yang sesudahnya. Setelah itu akan dating suatu kaum yang persaksian salah seorang dari mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului persaksiannya” (Mutaffaq Alaih)
  2. Potongan Hadits dari al-Irbadh bin Sariyah RA, “……Sungguh, orang yang masih hidup di antara kalian setelahku, maka ia akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Pegang erat-erat dan gigitlah ia dengan gigi gerahammu. Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru, karena sesungguhnya setiap perkara yang baru adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR Ahmad, HR Abu Dawud, dishahihkan dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)

Ibnu Hazm berkata, ”Ahlus Sunnah adalah pengikut kebenaran. Selain mereka adalah ahlul bid’ah. Ahlus Sunnah adalah para sahabat dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka dari kalangan tabi’in, lalu para Ulama Hadits, lalu para Ulama Fikih dari satu generasi ke generasi selanjutnya sampai hari ini dan juga masyarakat secara umum yang mengikuti mereka baik di belahan bumi barat maupun timur.” Continue Reading Ahlus Sunnah vs Mutakallimin (2)…

Ahlus Sunnah vs Mutakallimin

May 7, 2010 at 7:21 am | Posted in aqidah, islam, sejarah | 1 Comment
Tags:

Dalam berbagai buku-buku pelajaran agama, dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi disebutkan bahwasanya ilmu pembahasan aqidah (antara lain tentang sifat-sifat Allah) dipopulerkan dengan nama ilmu kalam. Ahli ilmu kalam pun biasa dipanggil dengan nama Mutakallimin. Benarkah demikian?

Perlu diketahui bahwasanya mayoritas masyarakat sunni (mengaku ahlus sunnah) di Indonesia dan mungkin banyak di negara-negara muslim lainnya banyak menganut pemahaman aqidah yang disebut dengan Asy’ariyah (Asya’irah) dan Maturidiyah. Mereka adalah golongan yang mencoba membela sunnah dari serangan sempalan Mu’tazilah, namun mengedepankan suatu ilmu pemikiran dan rasio yang banyak dipengaruhi oleh filsafat atau disebut dengan ilmu kalam. Oleh karena itu mereka banyak menyimpang dalam menetapkan sifat-sifat Allah disebabkan penggunaan ilmu kalam tersebut.

Tentu saja hal ini adalah sebuah kesalahan. Segala macam perkataan tanpa ilmu (yang bersumber dari Qur’an dan Sunnah yang diwariskan Rasulullah) dapat menjerumuskan kepada kesyirikan dan kekufuran. Ibnul Qayyim mengatakan, “dasar kesyirikan dan kekufuran adalah berkata tentang Allah tanpa ilmu. Orang musyrik mengklaim bahwa orang yang mengambil sesembahan selain Allah akan mendekatkan dirinya kepada Allah dan memberi syafaat di sisi-Nya, Allah akan mengabulkan permintaannya melalui perantara tadi sebagaimana adanya para perantara bagi raja. Setiap musyrik berkata tentang Allah tanpa ilmu, bukan sebaliknya.” (Madarijus Salikin: 1/ 378) Continue Reading Ahlus Sunnah vs Mutakallimin…


Entries and comments feeds.