Memahami Ciri-ciri Ashlul Islam

April 24, 2010 at 6:12 am | Posted in islam, jihadi, resume, Uncategorized | 1 Comment

Bangunan Islam terdiri dua bagian. Bagian pertama adalah ushul atau dasar, sedangkan bagian kedua adalah furu’ atau cabang. Seseorang tidak dapat menjadi kafir hanya karena perselisihan dan perbedaan yang bersifat cabang. Tetapi keislaman seseorang dapat menjadi batal apabila memiliki masalah pada ushul keislamannya. Vonis yang dilabelkan kepada seseorang apabila bermasalah di bidang Ashlul Islam bervariasi dari ahlul bidah hingga kafir.

Penyebab jatuhnya vonis kafir adalah karena seseorang tidak lagi mentauhidkan Allah, atau dia melakukan pembatal-pembatal keislaman yang membuat pribadi yang bersangkutan menyelisihi Ashlul Islam. Seseorang tidak boleh divonis kafir hanya karena memiliki perbedaan furuiyah dengan sang pemvonis. Sehingga diperlukan kiat-kiat tertentu agar dapat memahami mana bidang islam yang ushul dan mana yang furu.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk memahami bagian-bagian ushul dalam islam (ashlul islam) :

  1. Mengetahui Inti Dakwah Agama Allah

Untuk mengetahui ashlul islam, hendaknya kita mengetahui inti dakwah para Rasul.

Inti dakwah para Rasul adalah tauhid. Sejak zaman dahulu Allah selalu mewahyukan kepada para Rasul bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Hal ini sesuai dengan surat Al-Anbiyaa ayat 25 :

“Dan Kami tidak mengutus seseorang sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku.”

Peribadatan tauhid sebagai ashlul islam ini juga ditegaskan dalam surat An-Nahl ayat 36 :

Dan sungguh Kami telah mengutus seorang Rasul untuk setiap ummat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut!

Ibnu Taimiyyah berkata bahwasanya siapa yang menolak ibadah kepada Allah, dia bukan muslim. Juga orang yang disamping beribadah kepada Allah, dia beribadah (tawalli, tasyri’) kepada yang lain, dia bukan muslim. Peribadatan disini bukan saja berbentuk ruku dan sujud. Akan tetapi dapat berupa tawalli, loyalitas dan ketaatan.

2. Kewajiban Primer Ummat

Cara yang kedua adalah mengetahui hal-hal yang pertama-tama diwajibkan kepada ummat. Seperti dalam hadits shahih berikut ini :

Dari Ibnu Abbas ra (ketika Rasulullah mengutus Muadz ke Yaman), (Rasulullah Bersabda: ) kamu ini akan mendatangi kaum ahli kitab, hendaknya yang paling pertama kali kamu dakwahkan kepada mereka adalah syahadat laa ilaaha illallah, dalam riwayat yang lain mentauhidkan Allah” (HR Bukhari & Muslim)

Para Rasul yang diutus oleh Allah selalu menekankan tauhid sebagai bahan ajar primer mereka. Mayoritas materi dakwah Rasulullah selama 13 tahun di Makkah adalah tauhid. Bahkan selama hampir 10 abad Nabi Nuh hanya membawakan tauhid sebagai materinya, dan selama itu pula hanya sedikit orang yang menerima dakwah beliau. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab menerangkan bahwasanya kewajiban yang pertama kali ditetapkan pada anak Adam adalah kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah.

Masih ada beberapa hal lain dalam memahami ciri-ciri ajaran ashlul islam, antara lain :

  • Ashlul Islam adalah sesuatu yang pertama kali dituntut.
  • Ashlul Islam merupakan sesuatu yang diturunkan pada awal-awal Islam.
  • Ajaran tersebut diturunkan, dibawa dan disyariatkan sebelum dan ketika sebagian shahabat berhijrah ke Habasyah.
  • Ashlul Islam merupakan jawaban dari pertanyaan yang diajukan kepada ahli kubur.
  • Lawan dari Ashlul Islam adalah syariat yang Allah tidak akan mensyariatkannya dan mustahil Allah akan mensyariatkannya.
  • Tidak ada perselisihan antara para Nabi dan Rasul tentang Ashlul Islam.

Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata bahwa Islam adalah mentauhidkan Allah, beribadah kepadaNya saja, tidak mensekutukan-Nya, iman kepada Allah dan Rasul serta mengikuti apa yang dibawa Rasul. Bila tidak merealisasikan ini dia bukan muslim, jika dia bukan kafir asli (kristen, yahudi, atau musyrik ) maka dia termasuk kafir yang bodoh yang tidak mengeluarkan dia dari kekafirannya-selesai. Sehingga seseorang dikatakan seorang muslim jika mampu berlepas diri dari ajaran selain ajaran Rasulullah. Seseorang juga dikatakan muslim jika dia telah berlepas diri dari menghujat ajaran Rasulullah.

Dapat disimpulkan bahwa Ashlul Islam adalah syahadatain. Esensi tauhid terkandung dalam syahadat pertama. Sedangkan pada syahadat kedua terkandung esensi risalah. Tauhid dan risalah adalah prinsip dasar dalam Islam.

Sedangkan Ashlut Tauhid sendiri terdiri dari dua bagian, yakni penetapan dan penafian.

  1. Itsbat atau Penetapan ; hendaknya kita beribadah hanya kepada Allah saja, menekankan hal itu, loyal kepada hal itu, serta mengkafirkan orang yang meninggalkan tauhid.
  2. Penafian; hendaknya membersihkan diri dari syirik dalam ibadah kepada Allah, bersikap keras dalam hal itu, melakukan permusuhan dengannya (syirik), dan memusuhi pelaku syirik.

Perlu diketahui bahwasanya ibadah bukanlah mencakup ritual sebatas ruku dan sujud saja. Ibadah dapat berupa kecintaan, loyalitas dan ketaatan dengan kekangan-kekangan yang dibuat bukan oleh Allah. Hal ini dapat direfleksikan pada perilaku Firaun. Firaun mengaku sebagai tuhan bukanlah dalam kapasitasnya sebagai pencipta alam semesta. Ketika terjadi musibah seperti air yang menjadi darah, kodok yang merajalela, serta musibah-musibah lainnya, Firaun bahkan meminta Nabi Musa alaihissalam untuk berdoa kepada Allah. Dalam pengakuannya sebagai tuhan, Firaun mengaku sebagai rabb yang syariat buatannya harus ditaati. Firaun juga meminta loyalitas dan kecintaan dari rakyat mesir. Ahli tafsir mengatakan bahwa ibadah yang diminta Firaun bukan ruku dan sujud, tapi ketaatan dan loyalitas.

————————————————————-

Inilah sedikit keterangan mengenai Ashlul Islam. Semoga dapat membantu para pembaca untuk lebih berkomitmen terhadap tauhid serta semakin berwala kepada Islam dan berbaro kepada kekufuran dan bentuk-bentuk derivatifnya.

Sumber : Ceramah Ustadz Aman Abdurrahman hafidhahullah, semoga Allah memberi kesabaran padanya, dan menguatkan Iman kita semua.

sumber gambar :

1. http://www.ict.org.il/Portals/0/Article%20Pics/Tawhid_Poster.png

2. http://revoltnet.files.wordpress.com/2008/10/600px-flag_of_islamic_state_of_iraqsvg.png

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Dan tiadalah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan untuk mereka akan mengabdi kepadaKu (QS.51:56)…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: