Sedikit Intermezzo Mengenai Stonehenge

February 3, 2010 at 2:43 am | Posted in islam, sejarah, umum | 4 Comments

Stonehenge adalah salah satu keajaiban kuno yang ada di muka bumi ini. Stonehenge merupakan sekumpulan tatanan dari tumpukan batu-batu besar yang beratnya berton-ton. Situs yang menjadi lokasi benda-benda ini terletak berdekatan dengan Amesbury sekitar 13 kilometer barat laut Salisbury Plain, Propinsi Wilshire, Inggris. Menurut beberapa teori, stonehenge adalah situs zaman batu yang dibangun antara 3000-5000 SM.

Stonehenge menjadi sebuah keajaiban besar sekaligus misteri yang belum bisa terpecahkan. Stonehenge merupakan sekumpulan tugu-tugu batu yang tingginya banyak yang mencapai 10 meter. Dalam situs ini terdapat puluhan tugu berbahan bluestone yang beratnya ada yang mencapai 26 ton. Untuk menyusun batu-batu sebesar ini di zaman modern mungkin bukan suatu hal yang sulit. Namun jika pembangunan ini dilaksanakan pada ribuan tahun sebelum masehi maka hal ini merupakan sebuah keunikan yang misterius. Bahkan hingga kini terjadi perdebatan dari berbagai teori-teori mengenai dibangunnya situs sejarah ini.

Satu lagi yang menjadi keajaiban adalah mengenai bluestone yang menjadi bahan dari tugu-tugu ini. Bluestone-bluestone tersebut ternyata tidak berasal dari daerah tersebut. Batu-batu yang menjadi bahan dari stonehenge ternyata berasal dari Wales yang terletak di sebelah barat daya pulau Inggris. Wilshire sendiri terletak bukan di wilayah Wales. Sehingga dapat dibayangkan betapa hebatnya para perancang Stonehenge ini.

Selain terdapat berbagai pendapat-pendapat ilmiah modern tentang pembangunan Stonehenge (yang tidak akan diceritakan di sini), ternyata terdapat pula mitos tradisional tentang pembangunan situs kuno ini. Merlin, sesosok tokoh mitologi lokal, diceritakan mendapat bantuan oleh raksasa dalam pembangunan stonehenge. Bahkan seorang ahli sejarah, Gerard Wales mengemukakan argumen aneh yang mengejutkan. Wales menyatakan bahwa raksasa telah mengangkut batu-batu besar tersebut dari Afrika ke Inggris. Sebab susunan material batu-batu tersebut lebih menyerupai susunan bebatuan dari Afrika daripada di Inggris.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang inti artikel ini, ada baiknya dibaca petikan-petikan hadits dari Rasulullah berikut ini :

  • Ciri Fisik Penghuni Al Jannah
    Penghuni jannah memiliki ciri-ciri khusus. Diantaranya;
    Berperawakan seperti Adam. Dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    Maka setiap orang yang masuk al jannah wajahnya seperti Adam dan tingginya 60 hasta, setelah Adam manusia terus mengecil hingga sampai sekarang.” (Muttafaqun ‘alaihi)
  • Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :”Allah telah menciptakan Adam dengan tinggi 60 hasta, kemudian berfirman :”Pergilah kamu, berikan salam kepada para malaikat dan dengarkan jawaban mereka atas salam engkau. Salammu dan salam seluruh anak keturunanmu. Maka Adam berkata :”Asalamu’alaikum!” Para malaikat menjawab :”Assalamu’alaika wa rahmatullah!”. Para Malaikat menambahkan kalimat rahmatullah (HR. Al-Bukhari no.3326 dan Muslim no 2841)

Islam merupakan ajaran yang kaffah dan menyeluruh. Di dalamnya terdapat pula aspek-aspek sejarah manusia. Berbeda dengan teori Darwin mengenai evolusi, Islam tidak mengajarkan bahwa manusia berasal dari monyet. Di dalam qur’an dan sunnah sudah tertera dengan jelas bahwasanya leluhur seluruh makhluk cerdas berkaki dua ini adalah Adam alaihissalaam.

Terdapat beberapa hadits mengenai wujud dari sosok Nabi Adam. Hadits dianggap kontroversial oleh beberapa golongan sempalan seperti Syi’ah dan kalangan-kalangan zindiq modern (Liberalis). Hadits ini menyatakan bahwa tinggi Nabi Adam adalah 60 hasta atau sekitar 27 meter. Hadits yang oleh golongan sesat dicerna dengan hawa nafsu ini membawa sahabat Abu Hurairah ke kursi pesakitan orang-orang Syiah. Mereka menganggap Abu Hurairah itu orang pikun sehingga tidak menerima hadits pemuka ahlus suffah ini.

Setelah kita mengetahui karakter fisik dari nenek moyang manusia, yakni dari 27 meter dan terus menyusut hingga ke 160-an sentimeter seperti sekarang, didapatkanlah sebuah solusi pengangkutan batu-batu besar tersebut. Dengan tinggi yang mencapai lebih dari 15 meter, nenek moyang kita dengan mudah dapat mengangkut berton-ton batu bluestone tersebut. Bahkan untuk jarak Afrika-Inggris. Apalagi dalam Islam dinyatakan bahwa manusia bukan berasal dari monyet. Sehingga tidak ada evolusi kecerdasan yang diperlukan manusia untuk membuat monument-monumen kolosal seperti Stonehenge. [sksd]

referensi :

http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=657
http://ainuamri.wordpress.com/2007/11/15/kumpulan-hadis-qudsi-bagian-2/
http://al-atsariyyah.com/wp-content/uploads/2008/10/adab.doc
http://id.wikipedia.org/wiki/Stonehenge
http://www.dimensionsguide.com/what-is-the-size-of-stonehenge/
http://en.wikipedia.org/wiki/Stonehenge
http://unik.bengkel-matematika.com/monumen-stonehenge.html
http://fadlyunik96.blogspot.com/2010/01/memecahkan-rahasia-stonehenge.html

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Subhanallah

  2. i like this statement,.
    ya tp yg krang kn teori atau pembuktianya scr ilmiah(bagi orang kafir),..
    kalo aku setuju berdasarkan AL-Quran dan Hadist

  3. Ini masalah saya benar-benar dipecahkan, terima kasih!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: